Minggu, 22 Maret 2015

Kaitan Manusia Dengan Budaya

Nama                    : Abraham Franklin Senduk
NPM                      : 10314083
Kelas                     : 1TA02
Matkul                  : Ilmu Budaya Dasar


Kaitan Manusia Dengan Budaya
“Keterikatan Manusia dengan Budaya”

                Manusia dan budaya merupakan salah satu hubungan yang memiliki keterikatan yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. Artinya dalam kehidupan nyata manusia sehari- hari sangat bergantung dan terikat oleh suatu kebudayaan. Kebudayaan yang sudah dari lampau turun temurun diciptakan oleh manusia dan dilakukan serta dilestarikan sendiri oleh manusia. Bisa dikatakan bahwa kebudayaan tercipta dari kejadian dan kegiatan sehari- hari manusia.

                Manusia merupakan ciptaan Tuhan yang memiliki akal budi dan perasaan, sedangkan kebudayaan itu sangat bersifat abstrak dan sangat berkaitan dengan akal dan budi manusia.  Oleh karena itu peran manusia sangatlah penting karena manusia berakal  budi sehingga manusia tahu mana yang baik dan apa yang perlu dipertahankan dari suatu kebudayaan dalam kehidupan sehari- hari dimana telah menjadi suatu pola hidup atau kebiasaan untuk menjalankan kehidupan sehari. BIsa dikatakan bahwa manusia hidup berdasarkan budaya yang dipahami atau dilaksanakan turun temurun.

                Kebudayaan sendiri memiliki unsur yang sangat universal atau beragam. Dapat kita pahami bahwa kebudayaan dapat kita lihat seperti dari unsur keagamaan, organisasi kemasyarakatan, pendidikan, bahasa , kesenian dan masih banyak lagi. Sangat jelas bahwa kita sebagia masyarakat Indonesia hidup dengan berbagai macam kebudayaan dan tidak dapat melepaskan ikatan kita dengan kebudayaan sehari- hari.

                Contoh kaitan manusia dengan budaya adalah kebudayaan masyarakat Sumatra dengan kebudayaan masyarakat Bali tentulah berbeda. Ketika orang Sumatra pergi ke Bali, tentunya orang Sumatra tersebut tidak bisa berprilaku atau berinteraksi dengan menggunakan budaya atau kebiasaan di daerahnya, tentunya ia perlu menyesuaikan diri (beradapatasi) dengan kebudayaan di lingkungan Bali. Sehingga orang tersebut harus mengetahui dan memahami adat istiadat serta norma yang berlaku di Bali.

                

Senin, 16 Maret 2015

Hakikat Manusia " Peran Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial "



Nama      : Abraham Franklin Senduk
NPM        : 10314083
Kelas       : 1TA02
Matkukul: Ilmu Budaya Dasar

Hakikat Manusia
“Peran Manusia Sebagai Makhluk Individu Dan Sosial”
                Manusia merupakan individu ciptaan Tuhan yang memiliki akal budi dan perasaan. Pada hakekatnya manusia adalah makhluk individu dan sosial. Dimana dengan akal dan perasaannya manusia dapat bertindak untuk diri sendiri (individu) atau untuk sosial (dalam bermasyarakat). Maka dari itu bisa dikatakan bahwa manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling sempurna.
                Dalam individu atau pribadi masing- masing manusia, manusia dapat membedakana tentang apa yang baik dan apa yang buruk bagi dirinya sendiri. Itu karena dibekali oleh akal pikiran. Lewat akal pikiran itulah membuat manusia dapat berperan serta berpikir untuk kemajuan dirinya dengan berpatokan pada aturan aturan tentang yang baik dan yang buruk. Dan sangat berkaitan erat dengan norma atau nilai- nilai yang ada di dalam masyarakat atau suatu budaya. Berawal dari pemikiran individu tersebut, manusia dapat berinteraksi sosial dengan masyarakat sekitar atau lingkungan, itu mengapa manusia dapat dikatakan juga sebgaai makhluk sosial.
                Makhluk sosial mempunyai arti yang luas, salah satunya adalah bahwa manusia merupakan makhluk sosial adalah manusia tidak dapat hidup dengan hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri (individu) tetapi manusia sangat membutuhkan peran serta atau bantuan dari sesame manusia lainnya. Jika hubungan saling bantu terjadi, itu telah terjadi interaksi sosial. Contoh bahwa manusia makhluk sosial adalah ketika kita mengalami suatu musibah seperti kecelakaan kendaraan yang parah, tidak mungkin kita bisa mengatasi kecelakaan itu sendiri, tentu orang-orang disekitar lokasi akan langsung membantu dan menolong kita. Mereka langsung menolong karena mereka memiliki akal dan perasaan.
                Dalam hakikat manusia sebagai individu dan makhluk sosial tentu ada peran dan kedudukan tersendiri. Seperti faktor pendidikan ataupun kaya dan miskinnya seseorang, faktor ini menjadi penting karena melatarbelakangi hakikat manusia yang ada. Orang yang berpendidikan tinggi akan lebih dipandang baik disbanding orang yang berpendidikan rendah hanya dipandang sebelah mata. Sama halnya dengan kaya atau miskinnya seseorang akan sangat mempengaruhi pandangan lingkungan atau masyarakat sekitar menegenai kedudukan sosialnya.
                Karena kita adalah manusia yang memiliki akal dan perasaan, sudah seharusnya kita dapat bersikap serta berperan layaknya manusia sebagai individu maupun sosial. Dan kita jangan beranggapan bahwa kita dapat hidup sendiri karena pada dasarnya kita sangat memerlukan bantuan manusia atau orang lain karena manusia adalah makhluk sosial.
               

Senin, 09 Maret 2015

Ilmu Budaya Dasar "Masyarakat Berbudaya"



ILMU BUDAYA DASAR
Masyarakat Berbudaya”

Nama  : Abraham Franklin Senduk
NPM    : 10314083
Kelas   : 1TA02
Matkul: Ilmu Budaya Dasar


            Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar merupakan salah satu mata kuliah yang membahas mengenai nilai- nilai, budaya, dan berbagai macam masalah yang terjadi manusia di dalam kehidupan bermasyarakat sehari- hari. Dengan adanya Ilmu Budaya Dasar, kita sebagai mahasiswa harus dapat berpikiran dengan luas dalam artian tidak berpikiran sempit atau satu arah terhadap budaya- budaya yang ada, khususnya budaya yang ada di Indonesia. Terlebih dalam bidang pendidikan, Ilmu Budaya Dasar sangat berperan penting dalam perkembangan kemajuan pendidikan di Indonesia, diharapkan kita sebagai mahasiswa dengan mahasiswa lain dari berbagai latar belakang bidang keahlian yang berbeda memiliki suatu kesamaan atau suatu pegangan keyakinan yang sama yang dapat diperoleh dengan adanya mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang memberikan dampak positif bagi pembangunan negara kita dan perkembangan pendidikan yang ada.


            Pengertian  Kebudayaan dalam Ilmu Budaya Dasar memiliki banyak arti yang luas. Secara umum Kebudayaan merupakan sesutu yang bisa mempengaruhi tingkat pengetahuan, gagasan, pikiran manusia yang berpengaruh terhadap kehidupan sehari- hari dan kebudayaan itu bersifat abstrak.

-Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
-Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
-Menurut Selo Soemardjan, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.


            Dengan adanya Ilmu Budaya Dasar, kita sebagai mahasiswa diharapkan agar memiki pengetahuan dasar serta pengetahuan umum tentang konsep- konsep tentang kebudayaan untuk dapat mengkaji atau mengatasi masalah- masalah yang berkaitan dengan manusia dan kebudayaan sehari hari. Selain itu kepribadian kita sebagai manusia dapat terbentuk dan pengetahuan kita lebih luas, dan kita tidak hanya berpikiran mengenai diri kita sendiri tetapi kita lebih peka terhadap keadaan disekitar kita, sehingga kita dapat beradaptasi dengan lingkungan atau budaya sekitar, Kuncinya dengan berkomunikasi dan tidak menutup diri dan lebih peduli terhadap budaya disekitar kita. Agar semua itu terwujud, kita sebagai mahasiswa yang mengerti akan Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat:
            - meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan budaya sehingga dapat menyesuaikan
              diri atau beradaptasi dengan baik
            - memperluas wawasan mahasiswa agar tidak berpikir sempit atau satu arah terhadap
               budaya yang ada di lingkungan sekitar maupun budaya yang ada di Indonesia
            - mampu berkomunikasi dengan baik sebagai mahasiswa dengan mahasiswa lain atau
               dengan masyarakat luas yang berlatar belakang budaya yang berbeda- beda sehingga
               mampu memahami keberagaman budaya lain(sikap toleransi)


            Ilmu Budaya Dasar memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan khususnya kita sebagai mahasiswa. Mengapa penting, dikarenakan Ilmu Budaya Dasar merupakan ilmu yang mengkaji permasalahan- permasalahan yang ada di dalam kehidupan manusia bermasyarakat yang di dalamnya terkandung nilai- nilai budaya dimana kita sebagai mahasiswa harus dapat mengambil sikap serta tindakan dalam menghadapi setiap masalah yang ada.

Daftar Pustaka:         -
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
                                    -
http://aliemscorporation.blogspot.com/2013/04/ringkasan-
                                     
materi-ilmu-budaya-dasar.html
                                    -
MP.SUYADI,Drs; ILMU BUDAYA DASAR; MODUL UT; PT
                                      
KARUNIKA, JAKARTA,1990.    

Kamis, 08 Januari 2015

Tugas Ilmu Sosial Dasar "Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota"



Pengertian Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota menurut Tokoh

Pengertian masyarakat

Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit. Dalam arti luas masyarakat adalah ekseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Atau dengan kata lain kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.

1. Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
3. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
4. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.


Perbedaan Masyarakat Kota dan Desa

Masyarakat Kota
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri keakat kota yaitu :
1. Kehidupan keagamaan berkurhidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung padaorang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
3. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
5. Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi.

Masyarakat Desa
Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi “Talcot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang mengenal ciri-ciri masarakat desa sebagai berikut :
a. Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
b. Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
c. Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)
d. Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
e. Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.

Perbedaan dan ciri-ciri antara desa dan kota
Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut Soekanto (1994), per-bedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual.
Kita dapat membedakan antara masya-rakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula. Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin (1972) sebagai berikut:

Masyarakat Pedesaan
1).Perilaku homogen
2).Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
3).Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status .
4).Isolasi sosial, sehingga statik
5).Kesatuan dan keutuhan kultural
6).Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
7). Kolektivisme

Masyarakat Kota:
1). Perilaku heterogen
2).Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan 3).Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
4).Mobilitassosial,sehingga dinamik
5).Kebauran dan diversifikasi kultural
6).Birokrasi fungsional dan nilai-nilaisekular
7).Individualisme

Penduduk Desa yang sebagian besar petani kini sudah tidak ingin lagi bekerja sebagai petani

Tanggapan saya mengenai penduduk desa yang mayoritas bekerja sebagai petani dan kini mereka enggan menjadi petani kembali adalah karena sekarang desa yang mereka huni atau tinggali sudah tidak lagi terdapat lahan kosong untuk bertani, disebabkan banyak nya pengusaha penguasa dari kota yang mengalihfungsikan lahan masyarakat desa untuk dijadikan sektor hunian seperti villa yang menghasilkan pendapatan yang lebih menguntungkan. Hal ini membuat para penduduk desa lebih memilih menjual tanah mereka untuk dijadikan usaha tempat tinggal atau vila vila.

Sumber:
http://diastowo93.blogspot.com/2012/06/perbedaan-masyarakat-kota-dan.html
http://juliandarully.wordpress.com/tag/sebagian-besar-penduduk-indonesia-bekerja-di-sektor-pertanian/


                                                                http://gunadarma.ac.id/

Tugas Ilmu Sosial Dasar "Pelapisan Sosial di Indonesia"

Mengapa di Indonesia terjadi pelapisan sosial yang sangat kentara, apa faktor yang menyebabkan hal tersebut ?


Pelapisan Sosial Masyarakat Indonesia

Pelapisan sosial merupakan kondisi dimana bagian individu-individu dari suatu masyarakat yang terdiri atas latar belakang yang sama akan saling berkumpul dan akan membentuk suatu kelompok masyarakat sendiri. Hal ini mengakibatkan akan munculnya suatu pelapisan masyarakat atau pelapisan sosial. Pada hakikatnya manusia sebagai mahluk sosial, hal ini dirasakan wajar karena individu tentu akan lebih mudah bersama dengan yang memiliki kesamaan latar belakang dll.

Membicarakan tentang pelapisan sosial, bagi bangsa Indonesia hal tersebut bukan merupakan suatu hal baru. Jauh sebelum kemerdekaan, tepatnya ketika agama Hindu-Budha pertama kali masuk ke Indonesia. Dalam agama Hindu sendiri dikenal dengan nama kasta. Dimulai kasta yang paling rendah yaitu sudra, waisya, ksatria dan kemudian brahmana. Pelapisan masayarakat ini sangat berpengaruh ke dalam tatanan kehidupan negara pada umumnya. Karena pelapisan sosial inilah cikal bakal terjadinya sistem perbudakan.

Seiring berjalannya waktu, pelapisan sosial ini masih juga ada di tengah-tengah masyarakat namun dengan gradasi yang lebih halus. Di agama pun sebenarnya sudah ada dalil “Derajat manusia di hadapan Tuhan adalah sama”, di UUD 1945 sudah banyak dicantumkan tentang kesamaan derajat. Namun sistem pelapisan sosial ini  sepertinya sudah mendarah daging di kalangan masayarakat. Ini karena terbentuknya pelapisan sosial pun ada yang terbntuk secara alami ataupun secara di sengaja. Alami atau bawaan disini contohnya yaitu pelapisan sosial berdasar umur. Karena umur juga, biasanya ada yang di tua-kan, dan mendapat tempat tersendiri di masayarakat. Yang kedua adalah karena dengan cara disengaja. Seseorang akan dipandang menjadi kalangan kelas atas jika dia mempunyai tingkat kekayaan atau jabatan yang lebih tinggi dari yang lain.

Faktor terjadinya pelapisan sosial

1.      Terjadi dengan sendirinya.
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena sifanya yang tanpa disengaja inilah maka bentuk pelapisan dan dasar dari pada pelaisan ini bervariasi menurut tempat, waktu dan kebudayaan masyarakat dimanapun sistem itu berlaku. Pada pelapisan yang terjadi dengan sendirinya, maka kedudukan seseorang pada suatu strata tertentu adalah secara otomatis, misalnya karena usia tua, karena pemilikan kepandaian yang lebih, atau kerabat pembuka tanah, seseorang yang memiliki bakat seni, atau sakti.
2.     Terjadi dengan disengaja
Sistem palapisan ini disusun dengan sengaja ditujuan untuk mengejar tujuan bersama. Didalam pelapisan ini ditentukan secar jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Dengan adanya pembagian yang jelas dalam hal wewenang dan kekuasaanini, maka didalam organisasi itu terdapat peraturan sehingga jelas bagi setiap orang yang ditempat mana letakknya kekuasaan dan wewenang yang dimiliki dan dalam organisasi baik secar vertical maupun horizontal.sistem inidapat kita lihat misalnya didalam organisasi pemeritnahan, organisasi politik, di perusahaan besar. Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua sistem ialah :
- sistem fungsional
- merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat, misalnya saja didalam organisasi perkantoran ada kerja sama antara kepala seksi, dan lain-lain
- sistem scalar
- merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas (vertikal)


Berikan contoh pelapisan sosial yg terjadi dan ada di sekitar kita

Salah satu contoh dari seseorang yang pernah tinggal di dalam  sel tahananan (BUI) mengalami hal yang sangat menyedihkan. Menurutnya di dalam tahanan lebih sadis dari pada berada di jalanan yang lebih banyak penjahat. Karena di dalam sel terdapat tingkatan – tingkatan yang terjadi , seharusnya mereka memiliki hak yang sama, tetapi bukan itu yang di dapat. Di dalam sel ada tingkat ter tinggi, yaitu untuk orang - orang yang mempunyai kekayaan yang berlebih, kelas menengah merupakaan kelas bagi orang –orang yang mempunyai kekuasaan yang besar di dalam tahanan (biasa kita sebut preman).

Sedangkan yang paling rendah adalah bagi orang – orang yang tidak mempunyai apa-apa atau orang biasa. Orang biasa inilah yang menjadi korban oleh orang – orang atau kelompok –kelompok yang mempunyai kekuasaan dan kekayaan. Mereka sering disiksa, dipukuli, bahkan menjadin korban sodomi. Hal inilah yang terjadi akibat adanya stratifikasi sosial yang sebenarnya dapat di hilangkan dengan dibuatnya peraturan yang tegas. Bukan peraturan yang dapat dibeli atau dipermainkan.

Dari permasalahan di atas merupakan contoh akibat dari adanya suatu stratifikasi sosial yang terjadi di dalam tahanan / penjara. Yang merupakan salah satu dari stratifikasi sosial terbuka. Seharusnya hal tersebut tidak boleh terjadi di lembaga peradilan kita. Karena keadilan harus ditegakkan dan lembaga tersebut merupakan lembaga yang seharusnya ditegakkan bukaanya menjadi tempat untuk terbentuknya stratifikasi sosial di dalamnya. Oleh karena itu penegak hukum maupun hukum itu sendiri harus melakukannya dengan benar dan bertindak dengan jelas.

Sumber:
http://tirta-suhada.blogspot.com/2012/01/tugas-4-pelapisan-sosial-yang-ada-pada.html
http://sharing-ilmu-sendiri.blogspot.com/2013/01/pelapisan-sosial-masyarakat-indonesia.html
http://stupefyhorcruxes.blogspot.com/2010/12/stratifikasi-sosial-dan-contoh.html

                                         http://gunadarma.ac.id/

Rabu, 19 November 2014

Pengantar Komputer & Prak.B** Tugas 2






Ms.Excel
http://www.4shared.com/file/YEybumS3ce/Penjualan.html

Ms. Acces
http://www.4shared.com/file/VqfPLl2Rba/Penjualan.html

Notepad
http://www.4shared.com/office/1hH-CIRzba/Penjualan.html




Jumat, 14 November 2014

PEMUDA PEMUDI INDONESIA
            GAMBARAN PEMUDA DAN PEMUDI INDONESIA SAAT INI

            Bapak presiden Soekarno pernah mengatakan, “beri aku sepuluh pemuda, maka aku akan mengguncang dunia ini…!”. Sebuah pernyataan yang luar biasa tentang pemuda. Pernyataan tersebut kemudian membuat saya semakin bersemangat. Dari hal itu saya bisa memahami mengenai pengaruh pemuda dan perannya sangat besar. Ada yang pernah mengatakan bahwa, “jika kamu ingin melihat masa depan sebuah negeri, maka lihat pemudanya dimasa kini”. Bangsa yang maju sekarang ini, seperti Jepang adalah hasil dari pertumbuhan dan perkembangan pemudanya yang optimal.
Di Negara kita Indonesia, banyak sekali pemuda dan pemudi yang mampu mengharumkan nama Indonesia sampai dunia Internasional, baik lewat bidang pendidikan, teknologi maupun olahraga, Suatu kebanggaan tersendiri bagi kita mendengar nama Indonesia dikenal luas oleh dunia. Tapi sangat disayangkan tidak semua kaum muda Indonesia memiliki tekad dan cita- cita yang sama untuk memberikan kontribusinya bagi bangsa ini. Rasa nasionalisme sudah sangat pudar bahkan bisa dikatakan sudah tidak melekat dalam jati diri pemuda Indonesia. Sebagai contoh, masih banyak pemuda pemudi sekarang yang hanya membuang waktu, tenaga, pikiran bahkan nyawa. Tawuran pelajar masih sering terjadi, pemuda terjerat narkoba, minuman keras, bahkan seks bebas yang sudah banyak terjadi. Sangat disayangkan dan sangat merugikan bangsa, pemuda yang harusnya menjadi harapan bangsa Indonesia kini hanya mencoreng dan merusak harapan bangsa.


PEMERATAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA
                Apa yang dimaksud dengan Pemerataan Pendidikan? Pemerataan berasal dari kata "rata", menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia rata artinya memiliki permukaan yang sama, tersebar ke segenap penjuru, sama-sama memperoleh jumlah yang sama. Dapat disimpulkan Pemerataan Pendidikan  adalah proses, cara dan perbuatan memeratakan pelaksanaan pendidikan di segala penjuru Indonesia.
Pada saat ini pemerataan pendidikan di Indonesia masih belum baik. Di kota-kota besar fasilitas yang tersedia sudah cukup memadai, sedangkan di daerah-daerah terpencil  fasilitas seadanya bahkan bisa dikatakan sangat kurang. Padahal pendidikan adalah hal yang sangat penting untuk menunjang pembentukan generasi bangsa. Tidak meratanya proses pelaksanaan pendidikan juga dapat menghambat perkembangan Indonesia.
Bukan hanya fasilitas sekolah secara fisik, tetapi tenaga pengajar pun saat ini masih kurang, khususnya di daerah-daerah terpencil. 


SARAN UNTUK PEMBANGUNAN INDONESIA YANG LEBIH BAIK

                Kita sebagai pemuda pemudi harapan bangsa harus menjadi generasi yang berpendidikan luas, karena perkembangan dunia yang selalu menuntut kita untuk lebih sigap dan siap dalam menghadapi arus global yang selalu berkembang, dan kita sebagai pemuda harus mempunyai kesadaran dan rasa tanggung jawab yang besar, jangan hanya kita terus mengandalkan pemerintah tetapi bagaimana kita dapat memposisikan diri kita sebagai generasi yang unggul untuk menangani permasalahan yang ada di Indonesia serta kita lah pemuda sebagai generasi yang membawa pembangunan Indonesia menjadi lebih baik.

Sumber:
                http://muda.kompasiana.com/
                http://edukasi.kompasiana.com/s