Jumat, 17 April 2015

Manusia dan Pemujaan

Nama    : Abraham F. S
NPM      : 10314083
Kelas     : 1TA02
Matkul : Ilmu Budaya Dasar

Manusia dan Pemujaan

                Secara umum, pemujaan dapat diartikan seperti dimana kita menyenangi atau menghormati sesuatu yang kita senangi atau kita cintai. Contohnya seperti seorang remaja yang sangat menyukai atau mengidolakan dari salah seorang artis terkenal, tentu remaja tersebut akan mencari segala bentuk informasi dari idola nya tersebut dan mengikuti kebiasaannya. Contoh lain adalah berdasarkan nilai agama, pemujaan berkaitan erat dengan hubungan manusia dengan penciptanya, yaitu bagaimana manusia memuji Tuhan nya sesuai agama yang dianut atau diajarkan, itu merupakan bentuk pemujaan.

Pada garis besarnya pengertian pemujaan mencakup dua aspek, yaitu antara yang memuja dan yang dipuja. Dalam  hal puja memuja, dapat digolongkan menjadi beberapa bagian yakni:

1.      Puja memuja antar sesama manusia
Pada dasarnya manusia memuja manusia lainnya disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain pemujaan yang berkaitan dengan perasaan jatuh cinta hingga menyebabkan terjadi perubahan sikap, perilaku, tutur kata, dan hal-hal yang menimbulkan perubahan itu sebagaimana layaknya jatuh cinta.

2.       Manusia memuja alam
Secara alamiah, manusia dan alam merupakan gabungan dalam suatu ekosistem. Tentunya ada saling keterikatan antara manusia dengan alam. Tentunya manusia harus bersahabat dengan alam, agar alam juga bersahabat dengan manusia. Bentuk pemujaan manusia terhadap alam adalah seperti menjaga dan meletarikan alam.

3.       Manusia memuja benda
Pada hakekatnya benda (materi) sangat di butuhkan dalam kehidupan manusia, sepanjang benda itu bukan merupakan tujuan akhir. Pemujaan manusia terhadap benda secara berlebihan pasti akan mengundang masalah. Karena benda beralih fungsi dari peranannya sebagai alat perpaduan hidup berubah menjadi sesuatu yang dipuja dan dipertaruhkan.

4.       Manusia memuja dewa
Hal ini mtermasuk dalam lingkup keyakinan berkepercayaan (khususnya agama-agama samawi). Namun demikian keyakinan berkepercayaan seperti itu tak perlu diganggu gugat, bahkan sebaliknya harus di hargai karena keyakinan berkepercyaan sebagaimana di maksud adalah milik orang lain.

5.       Manusia memuja Tuhan Yang Maha Esa
Pemujaan manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa pelaksanaannya berbeda-beda sesuai dengan agama yang diyakini atau dianut oleh setiap kelompok masyarakat.




Senin, 13 April 2015

Cinta Kasih (Cinta Kasih Manusia)

Nama                    : Abraham F. S
NPM                     : 10314083
Kelas                    : 1TA02
Matkul                 : Ilmu Budaya Dasar

Cinta Kasih
(Cinta Kasih Manusia)

                Cinta kasih sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Karena manusia memiliki perasaan, tentunya manusi juga dapat merasakan cinta kasih. Secara umum cinta kasih dapet diartikan sebagai suatu rasa sangat menyukai atau menyayangi seseorang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cinta adalah Rasa sangat suka ( kepada ) atau rasa sayang ( kepada ).  Ataupun rasa sangat  kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata Kasih artinya perasaan sayang atau cinta ( kepada ) atau menaruh belas kasihan. Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir sama, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalam rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya. Dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.

Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusai, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab.

Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr Sarlito W. Sarwono dikatakan bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu:

Keterikatan
Adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dirinya. Contoh rasa cinta yang ada pada bayi yang mana bayi tersebut memiliki rasa keterkaitan dan ketergantngan kepada orang tuanya  dan begitu juga sebaliknya orang tua bayi tersebut tidak akan pergi tanpa membawa bayinya. Orang tersebut memiliki suatu hubungan yang sudah mengikat mereka dalam cinta. 

Keintiman
Adanya kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi panggilan formal seperti bapak, ibu saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang dan sebagainya.

Kemesraan
Adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen rindu jika jauh atau lama tak bertemu, adanya ungkapan ungkapan rasa sayang dan seterusnya.
Pada dasarnya, manusia merupakan makhluk yang berperasaan. Cinta kasih itu merupakan salah satu bentuk perasaan yang manusia tunjukan. Sesama manusia hendaklah saling mengasihi dan mencintai walupun dilatarbelakangi banyaknya perbedaan, tetapi perbedaan itu bukanlah penghalang untuk menunjukan cinta dan kasih kita.



Senin, 06 April 2015

"Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa"



Nama               : Abraham Franklin Senduk
NPM               : 10314083
Kelas               : 1TA02
Matkul             : Ilmu Budaya Dasar


“Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa”
Fabel
Prosa disebut juga dengan cerita rekaan yang dapat didefinisikan sebagai bentuk cerita yang mempunyai pemeran, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Jenis prosa ada 2 yaitu prosa lama (dongeng, fabel, hikayat, sejarah) dan prosa baru (cerpen, novel, biografi). Dengan membaca prosa kita dapat memperoleh kesenangan, informasi, warisan budaya, keseimbangan wawasan, nilai moral dan pengetahuan. (Nugroho, W., & Muchji, A. (1996). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma)

 “Si Kancil dan Buaya”
            Suatu hari Si Kancil, binatang yang katanya cerdik itu, sedang berjalan-jalan di pinggir hutan. Dia hanya ingin mencari udara segar, melihat matahari yang cerah bersinar. Di dalam hutan terlalu gelap, karena pohon-pohon sangat lebat dan tajuknya menutupi lantai hutan. Dia ingin berjemur di bawah terik matahari. Di situ ada sungai besar yang airnya dalam sekali. Setelah sekian lama berjemur, Si Kancil merasa bahwa ada yang berbunyi di perutnya,..krucuk…krucuk…krucuk. Wah, rupanya perutnya sudah lapar. Dia membayangkan betapa enaknya kalau ada makanan kesukaannya, ketimun. Namun kebun ketimun ada di seberang sungai, bagaimana cara menyeberanginya ya? Dia berfikir sejenak. Tiba-tiba dia meloncat kegirangan, dan berteriak: “Buaya….buaya…. ayo keluar….. Aku punya makanan untukmu…!!” Begitu Kancil berteriak kepada buaya-buaya yang banyak tinggal di sugai yang dalam itu.
Sekali lagi Kancil berteriak, “Buaya…buaya… ayo keluar… mau daging segar nggak?”
Tak lama kemudian, seekor buaya muncul dari dalam air, “Huaahhh… siapa yang teriak-teriak siang-siang begini.. mengganggu tidurku saja.” “Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak aku makan nanti kamu.” Kata buaya kedua yang juga muncul.
“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian. “Kalau cuma dua ekor masih sisa banyak nanti makanan ini. Ayo keluar semuaaa…!” Kancil berteriak lagi.
“Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,” kata buaya.
“Begini, maaf kalau aku mengganggu tidurmu, tapi aku akan bagi-bagi daging segar buat buaya-buaya di sungai ini,” makanya harus keluar semua.
Mendengar bahwa mereka akan dibagikan daging segar, buaya-buaya itu segera memanggil teman-temannya untuk keluar semua. “Hei, teman-teman semua, mau makan gratis nggak? Ayo kita keluaaaar….!” buaya pemimpin berteriak memberikan komando. Tak berapa lama, bermunculanlah buaya-buaya dari dalam air.
“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,” “Nanti aku akan menghitung satu persatu.”
Tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya, sehingga membentuk seperti jembatan.
“Oke, sekarang aku akan mulai menghitung,” kata Kancil yang segera melompat ke punggung buaya pertama, sambil berteriak, “Satu….. dua….. tiga…..” begitu seterusnya sambil terus meloncat dari punggung buaya satu ke buaya lainnya. Hingga akhirnya dia sampai di seberang sungai. Hatinya tertawa, “Mudah sekali ternyata.”
Begitu sampai di seberang sungai, Kancil berkata pada buaya, “Hai buaya bodoh, sebetulnya tidak ada daging segar yang akan aku bagikan. Tidakkah kau lihat bahwa aku tidak membawa sepotong daging pun?” “Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,” kata Kancil.
“Ha!….huaahh… sialan… Kancil nakal, ternyata kita cuma dibohongi. Aws kamu ya.. kalau ketemu lagi saya makan kamu,” kata buaya-buaya itu geram.
Si Kancil segera berlari menghilang di balik pohon, menuju kebun Pak Tani untuk mencari ketimun.

Manfaat yang diperoleh dari fable tentang “Si Kancil dan Buaya” adalah:
-  memberi kesenangan, dimana setelah pembaca membaca fable ini pembaca merasakan suatu kesenengan mugkin dari sifat kancil yang cerdik dan alur cerita yang menarik
- memberikan informasi tentang cara hidup kancil di hutan, bahwa di hutan itu hokum rimba sangat berlaku, jadi kancil harus cerdik demi mempertahankan hidupnya.
-  menambah informasi tentang makanan kancil yang ternyata benar bahwa kancil menyukai timun, lebih tepatnya jenis makanan seperti sayur mayur dan buah- buahan yang tersedia di hutan
- nilai moral yang dapat diperoleh dari fabel si Kancil dan Buaya adalah, kita harus mempunyai sifat cerdik seperti kancil dalam diri kita, tetapi sifat cerdik itu harus yang positif, jangan sampai kecerdikan yang kita miliki kita manfaatkan untuk hal hal yang negatif .

Minggu, 22 Maret 2015

Kaitan Manusia Dengan Budaya

Nama                    : Abraham Franklin Senduk
NPM                      : 10314083
Kelas                     : 1TA02
Matkul                  : Ilmu Budaya Dasar


Kaitan Manusia Dengan Budaya
“Keterikatan Manusia dengan Budaya”

                Manusia dan budaya merupakan salah satu hubungan yang memiliki keterikatan yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. Artinya dalam kehidupan nyata manusia sehari- hari sangat bergantung dan terikat oleh suatu kebudayaan. Kebudayaan yang sudah dari lampau turun temurun diciptakan oleh manusia dan dilakukan serta dilestarikan sendiri oleh manusia. Bisa dikatakan bahwa kebudayaan tercipta dari kejadian dan kegiatan sehari- hari manusia.

                Manusia merupakan ciptaan Tuhan yang memiliki akal budi dan perasaan, sedangkan kebudayaan itu sangat bersifat abstrak dan sangat berkaitan dengan akal dan budi manusia.  Oleh karena itu peran manusia sangatlah penting karena manusia berakal  budi sehingga manusia tahu mana yang baik dan apa yang perlu dipertahankan dari suatu kebudayaan dalam kehidupan sehari- hari dimana telah menjadi suatu pola hidup atau kebiasaan untuk menjalankan kehidupan sehari. BIsa dikatakan bahwa manusia hidup berdasarkan budaya yang dipahami atau dilaksanakan turun temurun.

                Kebudayaan sendiri memiliki unsur yang sangat universal atau beragam. Dapat kita pahami bahwa kebudayaan dapat kita lihat seperti dari unsur keagamaan, organisasi kemasyarakatan, pendidikan, bahasa , kesenian dan masih banyak lagi. Sangat jelas bahwa kita sebagia masyarakat Indonesia hidup dengan berbagai macam kebudayaan dan tidak dapat melepaskan ikatan kita dengan kebudayaan sehari- hari.

                Contoh kaitan manusia dengan budaya adalah kebudayaan masyarakat Sumatra dengan kebudayaan masyarakat Bali tentulah berbeda. Ketika orang Sumatra pergi ke Bali, tentunya orang Sumatra tersebut tidak bisa berprilaku atau berinteraksi dengan menggunakan budaya atau kebiasaan di daerahnya, tentunya ia perlu menyesuaikan diri (beradapatasi) dengan kebudayaan di lingkungan Bali. Sehingga orang tersebut harus mengetahui dan memahami adat istiadat serta norma yang berlaku di Bali.

                

Senin, 16 Maret 2015

Hakikat Manusia " Peran Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial "



Nama      : Abraham Franklin Senduk
NPM        : 10314083
Kelas       : 1TA02
Matkukul: Ilmu Budaya Dasar

Hakikat Manusia
“Peran Manusia Sebagai Makhluk Individu Dan Sosial”
                Manusia merupakan individu ciptaan Tuhan yang memiliki akal budi dan perasaan. Pada hakekatnya manusia adalah makhluk individu dan sosial. Dimana dengan akal dan perasaannya manusia dapat bertindak untuk diri sendiri (individu) atau untuk sosial (dalam bermasyarakat). Maka dari itu bisa dikatakan bahwa manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling sempurna.
                Dalam individu atau pribadi masing- masing manusia, manusia dapat membedakana tentang apa yang baik dan apa yang buruk bagi dirinya sendiri. Itu karena dibekali oleh akal pikiran. Lewat akal pikiran itulah membuat manusia dapat berperan serta berpikir untuk kemajuan dirinya dengan berpatokan pada aturan aturan tentang yang baik dan yang buruk. Dan sangat berkaitan erat dengan norma atau nilai- nilai yang ada di dalam masyarakat atau suatu budaya. Berawal dari pemikiran individu tersebut, manusia dapat berinteraksi sosial dengan masyarakat sekitar atau lingkungan, itu mengapa manusia dapat dikatakan juga sebgaai makhluk sosial.
                Makhluk sosial mempunyai arti yang luas, salah satunya adalah bahwa manusia merupakan makhluk sosial adalah manusia tidak dapat hidup dengan hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri (individu) tetapi manusia sangat membutuhkan peran serta atau bantuan dari sesame manusia lainnya. Jika hubungan saling bantu terjadi, itu telah terjadi interaksi sosial. Contoh bahwa manusia makhluk sosial adalah ketika kita mengalami suatu musibah seperti kecelakaan kendaraan yang parah, tidak mungkin kita bisa mengatasi kecelakaan itu sendiri, tentu orang-orang disekitar lokasi akan langsung membantu dan menolong kita. Mereka langsung menolong karena mereka memiliki akal dan perasaan.
                Dalam hakikat manusia sebagai individu dan makhluk sosial tentu ada peran dan kedudukan tersendiri. Seperti faktor pendidikan ataupun kaya dan miskinnya seseorang, faktor ini menjadi penting karena melatarbelakangi hakikat manusia yang ada. Orang yang berpendidikan tinggi akan lebih dipandang baik disbanding orang yang berpendidikan rendah hanya dipandang sebelah mata. Sama halnya dengan kaya atau miskinnya seseorang akan sangat mempengaruhi pandangan lingkungan atau masyarakat sekitar menegenai kedudukan sosialnya.
                Karena kita adalah manusia yang memiliki akal dan perasaan, sudah seharusnya kita dapat bersikap serta berperan layaknya manusia sebagai individu maupun sosial. Dan kita jangan beranggapan bahwa kita dapat hidup sendiri karena pada dasarnya kita sangat memerlukan bantuan manusia atau orang lain karena manusia adalah makhluk sosial.
               

Senin, 09 Maret 2015

Ilmu Budaya Dasar "Masyarakat Berbudaya"



ILMU BUDAYA DASAR
Masyarakat Berbudaya”

Nama  : Abraham Franklin Senduk
NPM    : 10314083
Kelas   : 1TA02
Matkul: Ilmu Budaya Dasar


            Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar merupakan salah satu mata kuliah yang membahas mengenai nilai- nilai, budaya, dan berbagai macam masalah yang terjadi manusia di dalam kehidupan bermasyarakat sehari- hari. Dengan adanya Ilmu Budaya Dasar, kita sebagai mahasiswa harus dapat berpikiran dengan luas dalam artian tidak berpikiran sempit atau satu arah terhadap budaya- budaya yang ada, khususnya budaya yang ada di Indonesia. Terlebih dalam bidang pendidikan, Ilmu Budaya Dasar sangat berperan penting dalam perkembangan kemajuan pendidikan di Indonesia, diharapkan kita sebagai mahasiswa dengan mahasiswa lain dari berbagai latar belakang bidang keahlian yang berbeda memiliki suatu kesamaan atau suatu pegangan keyakinan yang sama yang dapat diperoleh dengan adanya mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang memberikan dampak positif bagi pembangunan negara kita dan perkembangan pendidikan yang ada.


            Pengertian  Kebudayaan dalam Ilmu Budaya Dasar memiliki banyak arti yang luas. Secara umum Kebudayaan merupakan sesutu yang bisa mempengaruhi tingkat pengetahuan, gagasan, pikiran manusia yang berpengaruh terhadap kehidupan sehari- hari dan kebudayaan itu bersifat abstrak.

-Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
-Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
-Menurut Selo Soemardjan, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.


            Dengan adanya Ilmu Budaya Dasar, kita sebagai mahasiswa diharapkan agar memiki pengetahuan dasar serta pengetahuan umum tentang konsep- konsep tentang kebudayaan untuk dapat mengkaji atau mengatasi masalah- masalah yang berkaitan dengan manusia dan kebudayaan sehari hari. Selain itu kepribadian kita sebagai manusia dapat terbentuk dan pengetahuan kita lebih luas, dan kita tidak hanya berpikiran mengenai diri kita sendiri tetapi kita lebih peka terhadap keadaan disekitar kita, sehingga kita dapat beradaptasi dengan lingkungan atau budaya sekitar, Kuncinya dengan berkomunikasi dan tidak menutup diri dan lebih peduli terhadap budaya disekitar kita. Agar semua itu terwujud, kita sebagai mahasiswa yang mengerti akan Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat:
            - meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan budaya sehingga dapat menyesuaikan
              diri atau beradaptasi dengan baik
            - memperluas wawasan mahasiswa agar tidak berpikir sempit atau satu arah terhadap
               budaya yang ada di lingkungan sekitar maupun budaya yang ada di Indonesia
            - mampu berkomunikasi dengan baik sebagai mahasiswa dengan mahasiswa lain atau
               dengan masyarakat luas yang berlatar belakang budaya yang berbeda- beda sehingga
               mampu memahami keberagaman budaya lain(sikap toleransi)


            Ilmu Budaya Dasar memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan khususnya kita sebagai mahasiswa. Mengapa penting, dikarenakan Ilmu Budaya Dasar merupakan ilmu yang mengkaji permasalahan- permasalahan yang ada di dalam kehidupan manusia bermasyarakat yang di dalamnya terkandung nilai- nilai budaya dimana kita sebagai mahasiswa harus dapat mengambil sikap serta tindakan dalam menghadapi setiap masalah yang ada.

Daftar Pustaka:         -
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
                                    -
http://aliemscorporation.blogspot.com/2013/04/ringkasan-
                                     
materi-ilmu-budaya-dasar.html
                                    -
MP.SUYADI,Drs; ILMU BUDAYA DASAR; MODUL UT; PT
                                      
KARUNIKA, JAKARTA,1990.    

Kamis, 08 Januari 2015

Tugas Ilmu Sosial Dasar "Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota"



Pengertian Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota menurut Tokoh

Pengertian masyarakat

Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit. Dalam arti luas masyarakat adalah ekseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Atau dengan kata lain kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.

1. Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
3. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
4. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.


Perbedaan Masyarakat Kota dan Desa

Masyarakat Kota
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri keakat kota yaitu :
1. Kehidupan keagamaan berkurhidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung padaorang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
3. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
5. Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi.

Masyarakat Desa
Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi “Talcot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang mengenal ciri-ciri masarakat desa sebagai berikut :
a. Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
b. Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
c. Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)
d. Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
e. Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.

Perbedaan dan ciri-ciri antara desa dan kota
Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut Soekanto (1994), per-bedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual.
Kita dapat membedakan antara masya-rakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula. Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin (1972) sebagai berikut:

Masyarakat Pedesaan
1).Perilaku homogen
2).Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
3).Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status .
4).Isolasi sosial, sehingga statik
5).Kesatuan dan keutuhan kultural
6).Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
7). Kolektivisme

Masyarakat Kota:
1). Perilaku heterogen
2).Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan 3).Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
4).Mobilitassosial,sehingga dinamik
5).Kebauran dan diversifikasi kultural
6).Birokrasi fungsional dan nilai-nilaisekular
7).Individualisme

Penduduk Desa yang sebagian besar petani kini sudah tidak ingin lagi bekerja sebagai petani

Tanggapan saya mengenai penduduk desa yang mayoritas bekerja sebagai petani dan kini mereka enggan menjadi petani kembali adalah karena sekarang desa yang mereka huni atau tinggali sudah tidak lagi terdapat lahan kosong untuk bertani, disebabkan banyak nya pengusaha penguasa dari kota yang mengalihfungsikan lahan masyarakat desa untuk dijadikan sektor hunian seperti villa yang menghasilkan pendapatan yang lebih menguntungkan. Hal ini membuat para penduduk desa lebih memilih menjual tanah mereka untuk dijadikan usaha tempat tinggal atau vila vila.

Sumber:
http://diastowo93.blogspot.com/2012/06/perbedaan-masyarakat-kota-dan.html
http://juliandarully.wordpress.com/tag/sebagian-besar-penduduk-indonesia-bekerja-di-sektor-pertanian/


                                                                http://gunadarma.ac.id/