Senin, 29 Juni 2015

“Pendapat Setelah Mempelajari Ilmu Budaya Dasar”

Nama                    : Abraham F. S
NPM                      : 10314083
Kelas                     : 1TA02
Matkul                  : Ilmu Budaya Dasar


“Pendapat Setelah Mempelajari Ilmu Budaya Dasar”

                Pada dasarnya, Ilmu Budaya Dasar merupakan mata kuliah adalah yang menbicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Setelah mempelajari mata kuliah ini, banyak hal yang saya peroleh. Hal yang saya dapat saya jadikan acuan atau pedoman dalam menjalani kehidupan sehari- hari terlepas sebagai anak di keluarga dan mahasiswa di lingkungan perkuliahan. Sebagai  mahasiswa, saya belajar Ilmu Budaya Dasar sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain, alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri, selain itu Ilmu Budaya Dasar juga mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru terutama untuk kepentingan profesi mereka, serta mengusahakan agar mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat.


                Bisa saya simpulkan bahwa mempelajari Ilmu Budaya Dasar membawa dampak perubahan yang positif bagi pribadi saya sendiri. Seperti saya jadi bisa lebih berpikir kritis dan lebih peka. Kritis dalam arti disini adalah saya sebagai mahasiswa dalam menghadapi perubahan zaman atau modernsasi tidak hanya gampang menerima perubahan atau sesuatu yang baru dengan begitu saja, tapi saya harus bisa menelaah atau berpikir apakah perubahan tersebut banyak memiliki manfaat yang positif atau malah sebaliknya yaitu merugikan. Selain itu, saya juga belajar dengan yang namanya adaptasi. Ilmu Budaya Dasar tentu cakupannya adalah budaya, dan budaya itu sendiri sangatlah beragam. Maka dari itu saya sebagai mahasiswa harus bisa beradaptasi dengan segala kondisi lingkungan apapun dengan berpedoman dengan budaya atau norma yang sudah ada, sehingga nantinya keberlangsungan hidup bermasyarakat dapat berjalan dengan baik.

Senin, 22 Juni 2015

"Harapan dan Tanggung Jawab yang Baik"

Nama                    : Abraham F. S
NPM                      : 10314083
Kelas                     : 1TA02
Matkul                  : Ilmu Budaya Dasar


“Harapan dan Tanggung Jawab”

                Dalam menjalankan kehidupan pribadi sehari – hari di dalam kehidupan bermasyarakat, tentunya kita manusia memiliki suatu harapan yang dipegang dan suatu tanggung jawab yang harus dilakukan.
Harapan adalah, bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan dating. Sedangkan tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang  disengaja maupun yang tidak di sengaja.

Keluarga
Dalam keluarga, tentunya sebagai pribadi saya memili harapan yang besar untuk menjadikan keluarga ini menjadi keluarga bahagia, sejahtera dan berkecukupan secara jasmani dan rohani. Maka dari itu sebagai anak, saya bertanggung jawab untuk membahagiakan dan membanggakan kedua orangtua saya dengan belajar giat sehingga nantinya dapat meraih sukses.

Masyarakat
Dalam masyarakat,tentunya dilatarbelakangi dengan beragam suku, budaya dan agama. Ssebagai pribadi, saya mempunyai harapan keberlangsungan kehidupan bermasyarakat di lingkungan sekitar saya tinggal dapat berjalan dengan aman, baik dan damai. Maka dari itu, tanggung jawab secara pribadi adalah dengan lebih mengembangkan sikap toleransi, kepedulian antar sesame dan harus bisa beradaptasi dengan lingkungan agar nantinya harapan yang kita inginkan dapat terlaksana lewat tanggung jawab yang kita lakukan.

Diri Sendiri
Untuk diri sendiri, tentunya banyak harapan baik yang diinginkan untuk bisa dicapai. Secara pribadi, saya mempunyai harapan untuk menempuh pendidikan dengan baik, kemudian mendapat pekerjaan yang baik, berumah tangga serta membahagiakan orang tua, itu merupakan target utama harapan saya. Maka dari itu yanggung jawab yang saya pegang secara pribadi sangatlah berat. Harus benar – benar saya pertanggung jawabkan dengan sangat sungguh – sungguh seperti saya harus menyelesaikan studi saya dengan baik, mendapat pekerjaan yang dan setelah itu barulah saya dapat menempuh harapan yang saya ingin lewat hasil kerja keras dan tanggung jawab yang dipegang.



Senin, 15 Juni 2015

Pandangan Hidup yang Baik

Nama                    : Abraham F. S
NPM                      : 10314083
Kelas                     : 1TA02
Matkul                  : Ilmu Budaya Dasar


“Pandangan Hidup yang Baik”

Setiap manusia di dunia ini tentu mempunyai pandangan hidupnya masing-masing yang perlu dipersiapkan secara rinci sejak dini agar dapat terlaksana sesuai dengan harapan pada waktu yang tepat. Pandangan hidup sendiri bersifat kodrati, yang telah diberikan oleh Tuhan kepada setiap manusia. Adapun pengertian pandangan hidup itu adalah pendapat  ataupun pertimbangan yang dijadikan sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petujuk hidup di dunia agar dapat menjalani hidup yang lebih baik lagi dengan adanya pandangan hidup tersebut. Pendapat atau pertimbangan di sini merupakan hasil pemikiran manusia itu sendiri yang berdasarkan pengalaman hidup atau sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

                Dalam menjalankan pandangan hidupnya, manusia harus berpikir dengan matang dan tepat dalam mengambil keputusan mengenai apa yang akan dijadikan pedoman atau acuan dalam melaksanakan kehidupannya. Bisa dikatakan pandangan hidup itu merupakan prinsip bagi manusia itu sendiri, tidak terikat dengan siapa pun, melainkan terikat dengan janji pribadi yang harus ditepati atau dipenuhi oleh diri sendiri. JIka tidak dapat melaksanakan atau memenuhi sesuai pandangan yang telah ditetapkan, bisa disimpulakn bahwa manusia atau pribadi tersebut telah gagal dalam menjalankan pandangan hidupnya sendiri yang akibatnya kelangsungan hidup pribadi tersebut tidak sesuai dengan aturan yang ada atau perilakunya telah menyimpang.

                Bagi saya pribadi, pandangan hidup itu sangant perlu dilaksanakan dengan baik. Bukan hanya sekedar berpedoman di awal tapi tidak dapat bertanggung jawab dalam pelaksanaannya. Sebagai contoh, saya berpandangan hidup atau berpedoman berdasarkan nilai agama atau kepercayaan yang saya anut dan yakini. Menurut saya pedoman yang berdasarkan agama itu kebenarannya mutlak. Lewat ajaran agama saya tahu mana yang baik dan buruk, sehingga saat saya menjadikan nilai agama sebagai pandangan hidup, saya bisa menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar sesuai dengan apa yang saya yakini dalam agama saya.


Dalam penerapannya, langkah langkah untuk berpandangan hidup yang baik perlu untuk diperhatikan. Pertama adalah kenali atau pahami kelebihan dan kelemahan pribadi diri sendiri. Kemudian belajarlah dari pengalaman yang sudah sudah baik pengalaman yang baik maupun buruk. Setelah kita tahu pribadi seperti apa kita ini, baru kita bisa menentukan pandangan atau pedoman hidup baik yang  seperti apa  untuk diri kita. Dan pada intinya pandangan hidup yang baik merupakan kunci bagi manusia dalam menjalani kehidupan agar tidak mudah terbawa arus yang buruk.

Senin, 25 Mei 2015

"Manusia dan Keadilan Distributif"

Nama                    : Abraham F. S
NPM                      : 10314083
Kelas                     : 1TA02
Matkul                  : Ilmu Budaya Dasar

“Manusia dan Keadilan Distributif”

Pengertian Keadilan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata adil berarti tidak berat sebelah atau tidak memihak atau sewenang-wenang, sehingga keadilan mengandung pengertian sebagai suatu hal yang tidak berat sebelah atau tidak memihak atau sewenang-wenang.

Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Jika kita mengakui hak hidup kita, maka sebaliknya kita wajib mempertahankan hak hidup denganbekerja keras tanpa merugikan orang lai. Halm ini disebabkan olerh karena orang lain pun mempunyai hak hidup seperti kita. Jika kita pun mengakui hak hidup orang lain, kita wajib memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mempertahankan hak hidupmereka sendiri.jadi, keadilan pada pokoknya terletak pada keseimbanganatau keharmonisan antara menuntut hak, dan menjalankan kewajiban.

Dalam bukunya M. Munandar sulaiman, menyatakan pengertian keadilan menurut beberapa teori antara lain :
Menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartiaka sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.

Menurut Plato
merupakan proyeksi pada diri manusia sehingga orang yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalika diri dan perasaanya dikendalikan oleh akal

Menurut Socrates
merupakn proyeksi pada pemerintah karena pemerintah adalah pimpinan pokok yang menetukan dinamika masyarakat 
Keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.

Pengertian Keadilan Distributif

adalah keadilan yang memberikan kepada masing-masing terhadap apa yang menjadi hak pada suatu subjek hak yaitu individu. Keadilan distributif adalah keadilan yang menilai dari proporsionalitas atau kesebandingan berdasarkan jasa, kebutuhan, dan kecakapan.

*Contoh1 keadilan distributif yaitu  karyawan yang telah bekerja selama 30 tahun, maka ia pantas mendapatkan kenaikan jabatan atau pangkat.
*Contoh1 keadilan distributif  yaitu pemberian nilai pada peserta didik sesuai dengan prestasi yang dimilikinya.









Senin, 11 Mei 2015

Manusia dan Penderitaan

Nama                    : Abraham F. S
NPM                     : 10314083
Kelas                    : 1TA02
Matkul                 : Ilmu Budaya Dasar


Manusia dan Penderitaan
                Dalam kehidupan menjalani kehidupannya sehari hari, manusia pasti akan merasakan suatu kebahagiaan ataupun penderitaan. Tidak mungkin hidup manusia atau seseorang akan bahagia terus, tentu akan merasakan juga yang namanya penderitaan.

Pengertian Penderitaan
Penderitaan adalah menanggung atau menjalani sesuatu yang sangat tidak menyenangkan yang dapat di rasakan oleh manusia. Setiap manusia pasti pernah mengalami penderitaan baik secara fisik maupun batin.
Penderitaan juga termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat tidaknya suatu intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang di anggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan suatu penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagian.
Memang harus diakui, di antara kita dan dalam masyarakat masih terdapat banyak orang yang sungguh-sungguh berkehendak baik, yaitu manusia yang merasa prihatin atas aneka tindakan kejam yang ditujukan kepada sesama manusia yang tidak saja prihatin, melainkan berperan serta mengurangi penderitaan sesamanya, bahkan juga berusaha untuk mencegah penderitaan atau paling tidak menguranginya, serta manusia yang berusaha keras tanpa pamrih untuk melindungi, memelihara dan mengembangkan lingkungan alam ciptaan secara berkelanjutan. Ada keinginan alamiah manusia untuk menghindari penderitaan. Tetapi justru penderitaan itu merupakan bagian yang terkandung di dalam kemanusiaannya.

Akibat Penderitaan
Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat.


                Dalam menyikapi penderitaan dalam kehidupan, manusia harus bisa berpikir positif tentang penderitaan yang dialami. Manusia harus bisa intropeksi diri tentang penderitaan yang dialami itu terjadi karena apa dan harus bisa mengatasi atau mencari solusinya agar penderitaan tersebut tidak berulang, selain itu kadang penderitaan bersifat membangun karakter manusia menjadi lebih kuat dan tidak mudah menyerah dalam mengerjar sesuatu atau bisa dikatakan penderitaan yang didapat dijadikan acuan atau pembelajaran untuk lebih baik lagi

Senin, 04 Mei 2015

Manusia dan Keindahan

Nama                    : Abraham F. S
NPM                      : 10314083
Kelas                     : 1TA02
Matkul                  : Ilmu Budaya Dasar

Manusia dan Keindahan

Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan kita pun bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau buruk (negatif) buat diri kita sendiri. Selain itu dapat diartikan manusia secara umum adalah manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial. Karena bukan hanya diri sendiri saja tetapi manusia perlu bantuan dari orang lain. Maka sebab itu manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial.

Pengertian Keindahan
Apa itu keindahan? Kata keindahan berasal dari kata indah yang berarti bagus, permai, cantik, molek dan sebagainya. Tentunya kita semua dan saya sendiri tahu  bahwa keindahan merupakan sesuatu, baik itu benda, pemandangan atau bahkan alunan musik yang enak dilihat, didengar dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Kita sebagai manusia tentunya menyukai keindahan, contohnya keindahan akan lukisan yang dipajang di ruang tamu kita, karena lukisan tersebut indah maka kita memasangnya di ruang tamu karena lukisan tersebut indah, bagus, dan memiliki nilai estetika dan seni yang tinggi.

Menurut The Liang Gie dalam bukunya yang berjudul “Garis Besar Estetika”, menurut asal katanya, dalam bahasa Inggris, keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful” dalam bahasa Perancis “beau” dalam bahasa Italia dan Spanyol “bello” yang berasal dari bahasa latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir diperpendek menjadi “bellum”.

Selain itu, pengertian keindahan dapat dilihat dalam arti luas, estetik murni, dan terbatas.
Keindahan dalam arti luas, yaitu keindahan dalam ide kebaikan, watak yang indah, dan hukum yang indah. Keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga indah.
Keindahan dalam arti estetik murni, yaitu pengalaman estetik seseorang pada hubungannya dengan apa yang diserapnya.
Keindahan dalam arti terbatas, yaitu keindahan yang dapat diserap seseorang melalui panca indera.

Hubungan Manusia dan Keindahan
Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga kia perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya dapat menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur politik.
Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.

Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan merupakan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Sesuatu yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena itu hanya tiruan lukisan Monalisa yang tidak indah, karena dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep dalam seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.
Manusia yang menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan.

Pengalaman  keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut.
Keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan mempunyai daya tarik yang  selalu bertambah,  sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang yang mempunyai konsep keindahan adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif dalam menghubungkan benda satu dengan yang lainya.

Dengan kata lain imajinasi merupakan proses menghubungkan suatu benda dengan benda lain sebagai objek imajinasi. Demikian pula kata indah diterapkan untuk persatuan orang-orang yang beriman, para nabi, orang yang menghargai kebenaran dalam agama, kata dan perbuatan serta orang –orang yang saleh merupakan persahabatan yang paling indah.
Jadi keindahan mempunyai dimensi interaksi yang sangat luas baik hubungan manusia dengan benda, manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan bagi orang itu sendiri yang melakukan interaksi.

Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Tujuannya tentu saja dilihat dari segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan bagi manusia secara kodrati.

Ada beberapa alasan mengapa manusia menciptakan keindahan, yaitu sebagai berikut:
1)      Tata nilai yang telah usang
2)      Kemerosotan Zaman
3)      Penderitaan Manusia
4)      Keagungan Tuhan



Jumat, 17 April 2015

Manusia dan Pemujaan

Nama    : Abraham F. S
NPM      : 10314083
Kelas     : 1TA02
Matkul : Ilmu Budaya Dasar

Manusia dan Pemujaan

                Secara umum, pemujaan dapat diartikan seperti dimana kita menyenangi atau menghormati sesuatu yang kita senangi atau kita cintai. Contohnya seperti seorang remaja yang sangat menyukai atau mengidolakan dari salah seorang artis terkenal, tentu remaja tersebut akan mencari segala bentuk informasi dari idola nya tersebut dan mengikuti kebiasaannya. Contoh lain adalah berdasarkan nilai agama, pemujaan berkaitan erat dengan hubungan manusia dengan penciptanya, yaitu bagaimana manusia memuji Tuhan nya sesuai agama yang dianut atau diajarkan, itu merupakan bentuk pemujaan.

Pada garis besarnya pengertian pemujaan mencakup dua aspek, yaitu antara yang memuja dan yang dipuja. Dalam  hal puja memuja, dapat digolongkan menjadi beberapa bagian yakni:

1.      Puja memuja antar sesama manusia
Pada dasarnya manusia memuja manusia lainnya disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain pemujaan yang berkaitan dengan perasaan jatuh cinta hingga menyebabkan terjadi perubahan sikap, perilaku, tutur kata, dan hal-hal yang menimbulkan perubahan itu sebagaimana layaknya jatuh cinta.

2.       Manusia memuja alam
Secara alamiah, manusia dan alam merupakan gabungan dalam suatu ekosistem. Tentunya ada saling keterikatan antara manusia dengan alam. Tentunya manusia harus bersahabat dengan alam, agar alam juga bersahabat dengan manusia. Bentuk pemujaan manusia terhadap alam adalah seperti menjaga dan meletarikan alam.

3.       Manusia memuja benda
Pada hakekatnya benda (materi) sangat di butuhkan dalam kehidupan manusia, sepanjang benda itu bukan merupakan tujuan akhir. Pemujaan manusia terhadap benda secara berlebihan pasti akan mengundang masalah. Karena benda beralih fungsi dari peranannya sebagai alat perpaduan hidup berubah menjadi sesuatu yang dipuja dan dipertaruhkan.

4.       Manusia memuja dewa
Hal ini mtermasuk dalam lingkup keyakinan berkepercayaan (khususnya agama-agama samawi). Namun demikian keyakinan berkepercayaan seperti itu tak perlu diganggu gugat, bahkan sebaliknya harus di hargai karena keyakinan berkepercyaan sebagaimana di maksud adalah milik orang lain.

5.       Manusia memuja Tuhan Yang Maha Esa
Pemujaan manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa pelaksanaannya berbeda-beda sesuai dengan agama yang diyakini atau dianut oleh setiap kelompok masyarakat.